Cara Menghitung Zakat Saham sesuai Islam
Cara menghitung zakat saham – Zakat saham adalah zakat atas
kepemilikan aset saham perusahaan, baik perusahaan publik yang diperdagangkan
melalui Bursa Efek, maupun saham perusahaan tertutup yang dimiliki oleh setiap
muslim.
Pada masa awal Islam, zakat meliputi zakat pertanian, zakat
emasdan perak, serta zakat rikaz. Berdasarkan dalil ijmali dan qiyas (analogi),
misalnya zakat profesi, zakat perusahaan, zakat surat-surat berharga dan zakat
pada sektor modern lainnya. Zaman ini mengenal satu bentuk kekayaan dalam
bidang industri dan perdagangan di dunia, yaitu saham. Saham adalah kertas
berharga yang berlaku dalam transaksi perdagangan yang disebut “Bursa
Kertas-kertas Berharga”. Harta yang berkaitan dengan perusahaan dan
kepemilikannya disebut saham.
Pada akhir tahun, Pemegang saham mengadakan rapat umum, agar
terlihat keuntungan dan kerugiannya. Kemudian ditentukan kewajiban zakat saham.
Saham termasuk harta yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai nishab, minimal
2,5 persen. zakat saham merupakan zakat perusahaan yang harus dibayar. Adapun
kewajiban zakat terdapat dalam surah At-taubah ayat: 103
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ
وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ
سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya:“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan
zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah
Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Attaubah:103)
Saham dianalogikan pada zakat perdagangan, baik nishab
maupun ukurannya yaitu 85 gram emas dan zakatnya sebesar 2,5%. Sementara itu
muktamar internasional pertama tentang zakat (Kuwait, 29 Rajab 1404 H) menyatakan
bahwa jika perusahaan telah mengeluarkan zakatnya sebelum dividen dibagikan
kepada pemegang saham, maka pemegang saham tidak perlu lagi mengeluarkan
zakatnya.
Jika belum mengeluarkan, maka para pemegang saham yang wajib
mengeluarkan zakatnya. Zakat saham wajib ditunaikan jika nilai saham bersama
dengan keuntungan investasi sudah mencapai nisab dan sudah mencapai haul.
Adapun nisab zakat saham sama nilainya dengan nisab zakat maal yaitu senilai 85
gram emas dengan tarif zakat 2,5% dan sudah mencapai satu tahun atau telah
mencapai satu haul.
Cara menghitung zakat zaham
Untuk saham perusahaan yang dimiliki lebih dari satu tahun
hijriyah dan mencapai nisab, maka besara zakatnya adalah:
2,5% dari nilai terkini (current value) dari saham yang
dimiliki
Untuk saham perusahaan terbuka yang dimiliki kurang dari
satu tahun hijriyah, maka besaran zakat yang adalah
2,5% x keuntungan transaksi saham
Keuntungan transaksi saham = harga jual – harga beli
Keuntungan jual (capital gain) harus melebihi nisab 85gr
emas
Jika keuntungan transaksi trading saham tidak mencapai 85 gr
emas, maka tidak menjadi wajib zakat. Zakat saham dapat dibayar menggunakan
tunai ataupun menggunakan saham itu sendiri.
Investor perlu mengetahui apakah total asset account-nya
sudah mencapai nisab atau belum. Jika sudah, maka investor bisa menghitung
berapa jumlah yang akan dizakati dalam bentuk satuan lot dengan rumus sebagai
berikut:
Nominal zakat dalam rupiah: (harga pasar/lembar x 100
lembar)
Bagaimana Cara Bayar Zakat Saham ?
Setelah paham cara menghitung zakat saham sekarang bagaimana cara bayar zakatnya? Kini bayar zakat makin mudah via online. LAZNAS Nurul Hayat menyediakan platform bayar zakat tinggal klik :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar